Pelajaran yang Sulit

Diantara semua perkataan dan tulisan,

Yang tersedih adalah… sebenarnya kita bisa…

Saat itu bulan agustus 1984, kalamazoo,Michigan, Western Michigan University. Suhu sekitar 25º Celsius, matahari bersinar dan saat itu hari pertamaku kuliah. Dan, masih ada lagi, hari itu aku juga bertemu dengan Cindy.

Ia sangat rupawan. Kecantikannya membuat orang terpana. Pakaian santai dan make up tipis mencerminkan penampilan percaya diri dan yakin. Tidak perlu memamerkan kecantikannya.

Aku dan cindy bertemu dalam situasi yang tidak mengenakkan pada hari istimewa ini. Ketika sama -sama berada dalam lift, ia melemparkan senyum padaku dan aku balas tersenyum. Kami keluar di lantai yang sama, hal yang mengejutkanku dan membuatku menyimpulkan ia pasti salah. Cowok dan cewek dilantai yang sama? Diperguruan tinggi? Aku mengesampingkan pikiran itu, masih tidak mempercayainya. Ketika aku sedang berdiri diluar kamar, menunggu kedatangan saudaraku yang membawa setumpuk barangku, Cindy berjalan menyusuri koridor tepat kearahku. Ketika ia mendekatiku, perutku mulai terasa mulas. Diluar aku mencoba bersikap tenang, yakin dan lucu. Dengan tenang aku berkata sambil tersenyum lebar,”aku sedang tidak menunggumu”. Cindy membalas dengan berkata “dasar brengsek” dan memasukkan kunci kamarnya yang persis terletak disebelah kamarku. Aku tak bisa mempercayai gadis tercantik diseluruh asrama tinggal di sisi lain dindingku. Bagaimana aku bisa tahu.

Aku berhasil menghapus kesan pertama tak menyenangkan yang kuberikan, dan kami mulai berkencan. Pada pertengahan November, kami sudah menjadi pasangan yang tak terpisahkan. Kami jatuh cinta. Bagiku, cinta semacam ini adalah yang pertama. Kami mempunyai banyak kesamaan. Kami sama -sama suka bergaul, suka bersenang -senang dan punya selera musik yang sama. Kami menjalani bersama saat -saat indah tapi penuh konflik selama hamper satu setengah tahun. Jatuh cinta membangkitkan berbagai macam emosi yang berbeda dalam diriku, sebagian besar positif. Tapi beberapa negative. Emosi -emosi negative yang tak pernah kurasakan, seperti rasa cemburu, emosi negative yang paling kuat.

Aku dan cindi akhirnya benar -benar putus, pada bulan February. Aku telah membiarkan kecemburuan membakar, melalap dan menghanguskan cinta pertamaku. Ketika aku terakhir kali bertemu cindy, satu -satunya perasaan yang kurasakan bersamanya adalah kemarahan. Kemarahan mendorongku memberinya satu amplop penuh photo kenangan manis yang kami alami bersama. Foto -foto yang dalam kemarahan, kusobek menjadi ribuan carik kecil. Aku tidak menyimpan satu lembar pun photo. Cindy membuka amplop itu dan melihat sobekan photo didalamnya. Kata -kata terakhir yang dia ucapkan kepadaku sama dengan yang pertama, “Dasar Berengsek”. Kali ini dia benar. Kata -kata terakhir yang kuucapkan padanya akan menghantui selamanya. Aku menatap matanya, dengan nafsu yang bukan lagi diwarnai cinta dan berkata, “aku tidak peduli walau tak pernah melihat atau mendengar kabar darimu lagi”. Dan aku berjalan pergi.

Sialnya bagiku kisah itu tidak berakhir hanya dengan satu lagi pemuda cemburu yang melakukan kesalahan. Dalam tahun yang sama, aku menjadi dewasa. Aku menyesali caraku menangani cemburu dan marah. Aku menyesali kata -kata yang kuucapkan serta kulakukan yang berasal dari kedua emosi itu. Aku benar -benar minta maaf, untuk memperbaiki kesalahanku dan memberitahunya bahwa aku tidak bermaksud untuk mengucapkan kata -kata menyakitkan itu. Aku ingin memberitahunya bahwa ia benar, bahwa aku memang brengsek dan bahwa jika ia memaafkanku aku akan maklum.aku ingin membritahunya bahwa ia benar -benar istimewa bagiku dan aku akan selalu mencintainya.

Akhirnya aku punya keberanian untuk menelponnya pada suatu malam dibulan Desember, tapi tak ada jawaban. Aku mengetahui dua minggu kemudian bahwa cinta pertamaku sudah meninggal. Ia meninggal tepat pada malam aku berusaha minta maaf, dalam sebuah kecelakaan kendaraan yang melibatkan seorang pengemudi mabuk. Ia tewas tanpa mengetahui aku menyesali perbuatanku. Ia meninggal terlalu cepat.

~ oleh deqmput pada 18 September 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: